Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Sejak Lahir, Dinkes Bolmut Dorong Skrining Hipotiroid pada Bayi Baru Lahir

Bolmut, temposatu.com — Upaya mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini terus digencarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut/Boltara). Salah satu langkah penting yang menjadi perhatian adalah Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir.

Program ini dinilai penting karena hipotiroid kongenital merupakan kondisi ketika tubuh bayi memiliki kadar hormon tiroid yang sangat rendah sejak lahir. Jika tidak diketahui dan ditangani sedini mungkin, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan otak, serta kemampuan intelektual anak.

Kepala Dinas Kesehatan, Sofian Mokoginta, SKM, melalui kampanye kesehatan yang ditampilkan Dinas Kesehatan Boltara, mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk memahami pentingnya pemeriksaan SHK.

Apa Itu Skrining Hipotiroid Kongenital?

SHK merupakan pemeriksaan darah yang dilakukan dengan mengambil sampel darah tumit bayi untuk mendeteksi kemungkinan hipotiroid kongenital.

Pemeriksaan ini dilakukan pada bayi baru lahir, umumnya pada usia 48–72 jam. Dengan deteksi lebih awal, bayi yang berisiko dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Deteksi dini menjadi sangat penting karena gangguan hormon tiroid pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf dan tumbuh kembang anak.

Bukan Sekadar Pemeriksaan, tetapi Investasi Masa Depan Anak

Deteksi dini SHK memberikan sejumlah manfaat penting. Di antaranya membantu mencegah keterbelakangan mental atau kretinisme, mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak secara optimal, serta memastikan perkembangan sistem saraf berlangsung dengan baik.

Lebih jauh, pemeriksaan ini menjadi salah satu bentuk investasi kesehatan jangka panjang untuk memberikan kesempatan kepada anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bagaimana Jika Hasil Skrining Positif?

Masyarakat tidak perlu panik apabila hasil awal pemeriksaan menunjukkan risiko tinggi. Hasil skrining positif belum tentu berarti bayi telah dipastikan menderita hipotiroid kongenital.

Bayi akan menjalani pemeriksaan ulang atau pemeriksaan konfirmasi. Selanjutnya, dokter spesialis anak akan melakukan pemeriksaan klinis dan tes lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Jika diagnosis telah terkonfirmasi, terapi penggantian hormon tiroid (levothyroxine) dapat segera diberikan sesuai rekomendasi dokter.

Pengobatan dan pemantauan kadar hormon perlu dilakukan secara berkala. Dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin, tumbuh kembang anak dapat dipantau agar tetap optimal.

Orang Tua Diminta Tidak Mengabaikan Skrining

Skrining SHK menjadi salah satu langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap masa depan anak. Karena itu, orang tua diharapkan memastikan bayi mendapatkan pemeriksaan sesuai waktu yang dianjurkan tenaga kesehatan.

Pesan pentingnya sederhana: semakin cepat gangguan terdeteksi, semakin cepat pula penanganan dapat diberikan.

Dinas Kesehatan Bolmut pun mengajak masyarakat membangun kesadaran bahwa kesehatan bayi bukan hanya soal kondisi saat lahir, tetapi juga bagaimana memastikan tumbuh kembangnya berlangsung optimal hingga masa depan.

Deteksi SHK hari ini bukan sekadar pemeriksaan darah. Ini adalah ikhtiar untuk mencegah gangguan tumbuh kembang dan membuka peluang masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerus.

(AngQ)

Related Articles

Back to top button
Hide Ads for Premium Members by Subscribing
Hide Ads for Premium Members. Hide Ads for Premium Members by clicking on subscribe button.
Subscribe Now